
Inilah akhir dari episode cinta satelit gue. Sebuah akhir yang nggak pernah terduga. Nggak nyangka gue akan dapet kado yang paling indah di 9 hari sebelum ultah gue yang ke-21 tahun. Perasaan dari 3 tahun lalu itu harus runtuh seketika, waktu gue tau ada pihak yang merasa gak nyaman dengan keberadaan seorang Fadlya El’arsya. Gue pikir selama ini fine2 aza, gue ngerasa gak ada masalah yang bisa memaksa hubungan gue hancur berkeping2, gak ada perasaan yang tersisa, kecuali perasaan dilecehkan sebagai seorang perempuan. Ternyata selama 1 tahun terakhir ini gue cuma jadi pemuas nafsu seorang budak setan.
Anjriiiiiiittttt!!!!
Gue emang bego dalam urusan hati.
Gue emang tolol untuk masalah perasaan.
Sebelum hal ini terjadi, 1 bulan sebelumnya gue emang udah menyiapkan perasaan patah hati. Tapi di hari itu, bom waktu benar2 meledakkan sebuah realita pahit yang justru menjadi ‘kado terindah’ untuk gue. Indah, karena jika diteruskan nantinya bisa menyebabkan dua hati terluka terlalu dalam.
Indah, kerena gak ada kata2 lain yang bisa menggambarkan betapa kado itu indah di hari yang indah dari orang yang sudah melantunkan doa2 indah. Akhirnya seseorang yang sudah merangkaikan hal2 indah dalam hidup gue itu harus menjadi kenangan paling indah sepanjang nafas gue.
Indah, karena tanpa seseorang itu, gue gak bisa membuktikan kepada dunia kalo gue seorang perempuan yang bisa dicintai. Bersama seseorang itu gue juga bisa membebaskan perasaan gue dari belenggu kasih tak sampai.
Gak seharusnya gue nangis dengan perasaan sedih berlarut2. Dan itu terbukti saat gue mendapatkan energi positif dari keluarga dan sahabat2 gue. Terlalu banyak orang yang kecewa kalo sampai gue menepikan logika karena putus cinta. Gak sedikit orang yang menyayangkan keadaan gue kalo gue sampai hancur dan gak punya semangat hidup lebih baik.
Kado terindah itu menjadi satu momen kebangkitan seorang Fadlya El’Arsya. Gue lahir sebagai seseorang yang lebih selektif dalam memilih tujuan hidup. Gue harus tegar, setidaknya untuk tetap menguatkan hati agar gue bisa hidup lebih sempurna, hari ini, besok, lusa, dan hari2 seterusnya dimana nafas gue masih mengalir dalam peredaran darah gue.
It’s over.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar