Pesta Bujang Melepas Lajang
Selasa, 29/04/2008
ISTILAH bachelo rette party,hen party, maupun girl’s night outkian populer untuk menggambarkan pesta menutup masa lajang yang mulai jamak ditemui.
Sebulan sebelum pesta pernikahannya dengan Aditya Tumbuan, presenter Aline Tumbuan, 27, dikejutkan dengan pesta bujang atau bachelorette party yang dirancang oleh temanteman dekatnya. Saat itu, teman-teman dekat pemilik nama lengkap Caroline Ingrid Adita ini menyewa sebuah kamar hotel mewah di Jakarta untuk kemudian menghabiskan waktu di sana.
Mereka merayakan pelepasan masa lajang Aline dengan makan dan minum di hotel tersebut. Bahkan,wanita kelahiran Jakarta, 17 Juli 1980, ini tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika 12 sahabat dekatnya ”bersekongkol” mengundang seorang male stripper.”Wah, saya kaget sekali. Kejutannya puntidak berhenti sampai di situ.
Pilih Jasa EO agar Pesta Terencana
AGAR tidak dipusingkan dengan beragam format acara bachelorette party, banyak yang beralih ke jasa event organizer (EO) yang menawarkan jasa merancang pesta lajang sekaligus mengelolanya.
Servis yang diberikan termasuk mendesain undangan, dekorasi, konsep acara, makanan dan minuman, serta snacks. Di Indonesia pun sudah cukup banyak EO yang menawarkan pengelolaan pesta lajang dengan konsep acara yang unik dan tentunya disesuaikan dengan bujet si klien. Salah satunya adalah Ravioli yang berada di kawasan Srigunting, Bandung.
”Kebanyakan pesta lajang kami berikan sebagai bagian dari servis karena sudah menggunakan jasa EO kami. Namun, kalau ada permintaan khusus, maka akan dikenakan biaya tambahan,” kata Rita, 25, pemilik Ravioli. Menurut Rita, ada beragam konsep pesta yang pernah digarapnya.
Salah satu yang menarik adalah klien yang menginginkan pesta lajang bertemakan eksklusif dan elegan yang digelar di sebuah rumah mewah Jadilah pesta yang dihadiri kurang lebih 50 tamu undangan itu terlihat megah dan terkesan mahal. Bagaimana tidak, setiap tamu memiliki pelayan (waiter) sendiri yang setia menunggu di belakang kursi.
Mejanya pun berupa round table, makanan yang disajikan juga tak kalah mahal, yakni masakan Italia. Selagi menyantap makanan, tamu dihibur oleh lantunan musik jazz dari band lokal. Pesta yang digelar oleh pihak calon pengantin wanita ini cukup unik. Undangannya hand made. Sebagai cenderamata setiap tamu undangan diberikan CD berisi lagu romantis.
Lain lagi jika calon pengantin merupakan tipe orang yang cukup modern. Lazimnya mereka menginginkan pesta di tempat hiburan seperti kafe atau diskotek. Pesta lajang wanita di klub yang pernah ditangani Rita, waktu itu bertempat di Studio East, Bandung, yang dihadiri sekitar 100 orang. Untuk pesta di klub dan gala dinner kurang lebih membutuhkan dana sekitar Rp20 juta.
Yang lebih murah adalah cocktail party yang konsepnya lebih ringan. Pesta ini bisa dihelat di rumah dan tidak perlu menghidangkan makanan berat, cukup kue kecil. Sementara sebagai penghibur musik dari pemutar CD dapat menjadi pilihan. Untuk pesta ini hanya dikenakan biaya Rp5 juta-Rp10 juta.
Pemilik Tony Event Organizer (TEO), Tony, mengungkap bahwa pihaknya acap mendapat order menggelar bachelorette party di luar kota. ”Tujuannya untuk melepas penat dan supaya si calon pengantin lebih rileks,” aku Tony. Saat pesta berlangsung, Tony mengatakan, sang bachelor atau bachelorette akan ditatar sebelum memasuki pernikahan.
”Jadi kami memberikan semacam masukan bagi mereka mengenai suka duka hidup berumah tangga, kami juga mengajarkan tabble manner dan dansa. Jadi, kalau si wanita diajak suaminya menghadiri jamuan formal enggak kaku lagi,” kata Tony. (sri noviarni/mg-18)
Mereka mengajak saya ke klub. Di sana kami having fun bareng,” kenang model, penyiar, sekaligus presenter ini. Istilah bachelorette party,hen party, maupun girl’s night out kian populer untuk meng gambarkan pesta menutup masa lajang yang mulai jamak ditemui.Partyprivat diikuti kalangan terbatas menjelang pernikahan itu bentuknya tak lagi saling curhat atau ngobrol di rumah,juga menyewa hotel atau klub.
Di Inggris, Irlandia, dan Australia, pesta seperti ini lazim disebut hen party. Adapun istilah stagette lebih umum di Kanada. ”Saya sendiri enam kali terlibat dalam bachelorette party dengan konsep, tema, dan tempat yang berbedabeda. Kalau memang waktunya kurang dan tidak ada persiapan, biasanya digelar pesta kecil di rumah calon pengantin,”papar Aline.
Banyak kejadian seru yang terjadi di pesta lajang itu,sebut Aline.Ketika sahabat dekatnya semasa SMP menikah, dia dan teman-temannya giliran mengatur sebuah party kecil lengkap dengan spirits plus aksi male stripper. Namun,Aline menuturkan, acara belum selesai, si calon pengantin itu sudah tumbang.
”Dia sudah enggak kuat minum dan akhirnya ketiduran, tapi pestanya tetap kita dilanjutkan,” ujar Aline terkekeh. Meski terkesan hura-hura, Aline menilai party semacam ini juga bermanfaat positif. Salah satunya menjadi ajang sharingmaupun curhat kepada teman atau sahabat dekat dalam menyongsong kehidupan berkeluarga. Vee (bukan nama sebenarnya),24, bahkan lebih berani.
Sebelum melepas masa lajang, dia menggelar hen party di sebuah apartemen elite di kawasan Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung dua malam berturut-turut itu membuat geleng kepala. Bayangkan,Vee dan temantemannya menghadirkan enam orang penghibur yang didaulat untuk bercinta di hadapan mereka. ”Konsepnya memang sedikit gila,” ungkap wanita yang masih berstatus mahasiswi di salah satu universitas swasta Jakarta ini.
Pesta yang bertajuk Sex Our Soul itu dihadiri oleh teman-teman Vee yang berjumlah 15 orang. Mereka juga disuguhkan berbagai snacks maupun spirits. ”Tujuan acara ini lebih kepada have fun. Enggak ada maksud lain.Kami hanya minum sembari ngobrol,” ucap wanita yang berdomisili di wilayah Jakarta Timur ini. Beda negara, beda pula tradisi perayaan pesta bujang wanita ini.
Di Amerika Serikat, misalnya, sudah menjadi hal umum merayakan pesta lajang tersebut di bar atau diskotek. Meski tradisi semacam ini belum begitu berkembang di Indonesia,perlahan tapi pasti kalangan muda mulai mengadopsi kebudayaan Barat ini. Hal ini diakui sosiolog Ricardi Adnan.Dia menilai hen partymaupun bachelorette partymulai membudaya di Nusantara meski hanya di kalangan terbatas.
”Mereka yang mapan dan berkantong tebal biasa menyelenggarakan pesta semacam ini,”ungkap pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia ini. ”Umumnya mereka adalah generasi muda yang lebih berorientasi ke budaya Barat,” ia menambahkan. Namun,Ricki justru berpendapat bahwa konsep pesta yang mengatasnamakan kesenangan semata ini hanya a k a n memberikan efek negatif kepada si calon pengantin.
”Pesta seperti ini akan memengaruhi perilaku orang yang melakoni,seperti halnya hubungan dia ke keluarga atau calon suaminya. Sebab, acap kali hadir nuansa seksualitas sebagai bumbunya, ”papar Ricki. Hal itu tidak berlebihan kiranya. Atmosfer pesta bujang yang identik dengan nuansa erotis dialami pula oleh presenter Melissa Karim, 30. Ia dan teman-temannya mengaku pernah menyewa beberapa male stripper untuk merayakan pesta lajang sahabat wanitanya di sebuah hotel.
Melissa sendiri mengaku sudah tidak bisa menghitung berapa pesta bujang yang pernah ia hadiri. Menurut dia, tak harus dilakukan dengan cara yang negatif. Dapat pula dikemas unik, lucu, atau biasa-biasa saja tapi berkesan. Paling sering, ia akan mengajak calon pengantin ke tempat karaoke atau sekadar makan malam di restoran.
”Saya juga pernah mendandani calon pengantin persis seperti orang gila, dan disuruh ke l i l i n g mal,” kata Melisa sambil tertawa. Bachelorette party yang sopan dan jauh dari nuansa hurahura dialami oleh Afifa, 24. Wanita keturunan Arab ini menggelar pesta lajang di rumahnya yang hanya khusus dihadiri teman wanita. Pesta ini merupakan satu tradisi budaya Arab yang lebih khas dengan nama malam pacar.
Disebut demikian karena pada malam itu sang calon pengantin akan dipasangkan pacar pada tangannya. ”Biasanya undangan datang dengan membawa suvenir,”katanya.Pesta ala padang pasir ini juga dimeriahkan oleh musik gambus. Pengalaman serupa dialami Puti Bungsu, 23. Demi melepas status lajang salah seorang teman dekatnya, Puti bersama keenam temannya mem-booking klub Blowfish Lounge di Wisma Mulia, Gatot Subroto, Jakarta. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk mengenang masa lalu. (sri noviarni /mg-18)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar