Kamis, 24 April 2008

Tulisan_21 @ Sindo

Ramah Lingkungan di Kantor
Selasa, 22/04/2008

JIKA bumi sudah tak layak huni, apakah jabatan,gaji,dan promosi mampu membuat hidup Anda jadi lebih berarti.Guna menyelamatkan bumi,saatnya melakukan perubahan di segala lini,termasuk di kantor. Tanggal 22 April selalu diperingati sebagai Hari Bumi.
Masalahnya, setiap tahun justru bumi semakin tidak nyaman dihuni,termasuk di kantor sekali pun. Saat ini, merangkul gaya hidup hijau atau go green, tengah jadi topik panas. Mulai di rumah, kendaraan, riasan wajah, hingga pakaian tidak lepas dari panduan ramah lingkungan. Baru-baru ini guna menyambut Hari Bumi, digelar Green Festival di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat.
Di festival ini dikupas habis masalah yang dialami bumi saat ini. Mulai global warming dan perusakan lingkungan. Di tempat yang sama, juga diberikan berbagai contoh praktis bagaimana cara pencegahan global warming di rumah. Masalahnya, kenapa hanya di rumah? Selain rumah,kantor adalah tempat yang paling berpeluang merugikan lingkungan. Lihat saja lingkungan kantor Anda. Sudah sangat normal jika kertas-kertas bertebaran.
Gelas plastik dan bekas makan siang berantakan di mana-mana. Dibandingkan rumah, kantor memang semakin rawan merusak lingkungan. Sebab, lebih banyak orang ramah dengan lingkungan ketika di rumah dibandingkan di kantor. Jangan kaget,menurut laporan Treehugger.com, gara-gara stapler yang digunakan di kantor, Inggris mendapatkan limbah baja sebesar 120 ton per tahun. Hal ini terjadi karena banyak karyawan merasa tidak punya kendali terhadap banyaknya barang dan daya yang digunakan kantor.
Selain itu, ratarata karyawan lebih banyak menyerahkan urusan lingkungan kepada office boy ketimbang diri mereka sendiri. Karena itu,wajar saja jika pemborosan energi dan kerusakan lingkungan yang terjadi di kantor justru lebih berbahaya ketimbang di rumah. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak boleh terus-terusan berpangku tangan. Sebab, perubahan sekecil apa pun sangat berpengaruh.
Contoh kecil,matikan komputer Anda saat makan siang.Jika kegiatan ini selalu dilakukan,otomatis kantor bisa menghemat daya listrik sebesar 3.700 watt hanya dalam waktu satu jam. Di mana pun Anda bekerja dan apa pun profesi Anda, sebenarnya aksi bersahabat dengan lingkungan tidak hanya sampai di rumah.Apa pun jabatan dan profesi Anda, sebenarnya aksi bersahabat dengan lingkungan justru harus dilakukan di tempat Anda bekerja. (wahyu sibarani)

Naik KRL hingga Kertas Bolak-balik

BUMI semakin panas.Otomatis memerlukan perhatian lebih dari para penduduk bumi.Namun,perhatian saja tidaklah cukup,butuh kesadaran dan tindakan nyata untuk mengurangi pemanasan global yang menggerogoti bumi tercinta. Berikut beberapa gaya ramah lingkungan yang dilakukan tokoh-tokoh di Indonesia.

Adrie Subono Promotor Musik Java Musikindo
Pria kelahiran 11 Januari 1954 ini mengaku cukup sulit menerapkan pengurangan beban listrik di kantor. Namun, sedapat mungkin Adrie berupaya meminimalisasi penggunaan listrik bagi kebutuhan dirinya. Maklum selayaknya gedung kantor lain, kantor Adrie yang berada di Plaza Mutiara juga memiliki sistem central air conditioner.
Selain itu, untuk kebutuhan kantor, sehari-hari komputer selalu dinyalakan meski para pegawai sedang keluar ruangan. ”Karena sebagai promotor komputer ini merupakan alat komunikasi bagi kami,apalagi kami berhubungan dengan orang-orang yang berada di luar negeri terus,”paparnya. Namun,Adrie mengaku selalu mematikan lampu jika tidak dipakai. Walau mengaku sulit menerapkan prinsip hemat energi di kantor, tidak demikian di rumahnya. ”Kalau di rumah AC dan listrik yang lain selalu saya kontrol penggunaannya,”tutur Adrie.

Jopy Rusli Direktur Kemang Village
Jopy mengaku prihatin dengan kondisi suhu panas bumi yang semakin meningkat. Bukan sekadar omongan belaka, Jopy juga sadar harus berbuat sesuatu untuk mencegah semakin rapuhnya lapisan ozon. ”Kebetulan di kantor pakai AC split,jadi kalau keluar ruangan selalu saya matikan,lampu juga.Untuk ngeprint saya selalu pakai kertas bolakbalik,” aku Jopy.

Djoko Susilo Anggota Komisi I DPR RI
Upaya pengurangan pemanasan global juga tampak terjadi di Gedung DPR.Seperti yang dilakukan anggota Komisi I DPR Djoko Susilo. Djoko mengaku tidak hanya berpangku tangan menyaksikan bumi tercinta merana. Ia terus gencar mematuhi Perjanjian Kyoto yang telah dirumuskan melalui KTT di Bali, Desember tahun lalu.
”Saya berusaha menghemat penggunaan listrik dan BBM,”katanya. Djoko juga menggunakan kertas bolak-balik untuk menghemat penggunaan kertas di kantornya. Di samping itu, dirinya lebih sering menggunakan kipas angin dibandingkan AC.Soal penghematan BBM,juga memilih naik kereta daripada berkendaraan pribadi jika pergi ke Bogor. ”Jangan kira anggota DPR ogah naik KRL,”candanya.(sri noviarni/MG-18)

Tidak ada komentar: