Minggu, 20 April 2008

Tulisan_20 @ Sindo

Training Guru di Sekolah Pinggiran
Sabtu, 19/04/2008

SAMPOERNA Foundation Scholars Club (SFSC) Jakarta, baru-baru ini melakukan program sosial bertajuk ”Terima kasih Guru”, di Madrasah Al Muttaqin, Kapuk Muara, Jakarta Utara, pekan lalu.

Bekerja sama dengan Teacher Institute, program ini merumuskan dua kegiatan inti di bidang pendidikan antara lain bantuan operasional dan training guru di sekolah pinggiran Jakarta tersebut. ”Kegiatan ini diharapkan bisa menambah mutu pendidikan di Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan keterampilan guru,” papar Presiden SFSC Jakarta, Hendriadi.

Kegiatan ini, lanjut Hendriadi, menghadirkan Desiree sebagai fasilitator untuk memberikan pelatihan khusus kepada 31 guru yang mengajar di SD dan SMP Madrasah Al Muttaqin. Dalam presentasi di hari pertama, Desiree menjelaskan dua pendekatan dalam pembuatan rencana pengembangan pembelajaran (RPP) yang menjadi acuan para guru.Pendekatan yang dipresentasikan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini adalah bloom taxonomy dan multiple intelengences.

Desiree menerangkan teori Bloom Taxonomy merupakan pendekatan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran di kelas.Sedangkan multiple intelegences lebih mengarah kepada kecerdasan majemuk yang ada dalam diri seorang siswa. Pada hari berikutnya,Desiree menjelaskan pentingnya classroom management bagi para pengajar.

Dalam konsep ini, penulis buku Melejitkan ESQ Anak itu mengenalkan beberapa teknik pengaturan dan pengelolaan kelas dengan memahami perilaku anak didik. Sementara itu, sebagai project officer, Larissa Trisetyowati memaparkan beberapa pertimbangan mengapa sekolah tersebut menjadi social project perdana bagi SFSC Jakarta. ”Setelah dilakukan survei, kami melihat keadaan sekolah tersebut memiliki infrastruktur yang kurang baik.

Selain itu, kondisi lingkungan sosial dan ekonomi di sana juga sangat memprihatinkan. Untuk itu, kami ingin memberikan bantuan pendidikan dalam bentuk pelatihan kepada para pendidiknya” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Chief of Education Program SCSF Jakarta. Menurut Larissa, pelatihan yang berlangsung dua hari itu membahas program pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang wajib diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

”Pelatihan ini kami gelar karena kami melihat guruguru di sana merasa kesulitan dalam pembuatan RPP atau materi silabus yang disarankan Depdiknas,” tutur Larissa. Kedua tema yang dipresentasikan, harap Larissa, dapat dijadikan bekal bagi guru Madrasah Al Muttaqin dalam proses pengajaran. ”Kegiatan pembelajaran tidak hanya akan optimal, tapi juga disampaikan dengan cara yang menyenangkan,” tegas mahasiswi pascasarjana UI ini. Antusiasme para guru yang mengikuti pelatihan ini sangat besar.

Larissa juga mengakui bahwa mereka sangat senang dengan pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi yang berkantor di Margonda,Depok,ini. ”Mereka bilang pelatihan ini berbeda dengan pelatihan yang pernah mereka ikuti. Kami berharap rencana meluluskan mereka dalam program sarjana (S1) dapat terwujud dalam waktu dekat,” ujarnya.(wahyu/MG-18)

Tidak ada komentar: