Minggu, 13 April 2008

Tulisan_19 @ Sindo

Internet Masuk Pesantren
Sabtu, 12/04/2008

INTERNATIONALCenter for Islam and Pluralism (ICIP) meluncurkan program pendidikan baru, ”Open, Distance,dan ELearning (ODEL) untuk Transformasi Masyarakat Islam melalui Pesantren”di Hotel Nikko Jakarta,awal pekan lalu.
Program yang didukung oleh Ford Foundation ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat pesantren dalam perolehan ilmu pengetahuan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
Peluncuran program ini tidak hanya dihadiri oleh sejumlah akademisi dan pengelola pesantren. Menteri Pendidikan Nasional Prof Bambang Sudibyo dan Menteri Komunikasi dan Informasi Prof Dr Mohammad Nuh juga ikut serta untuk mendukung terlaksananya program ODEL ini.
Prinsip education for all tercermin dari program yang telah direalisasikan ICIP sejak November tahun lalu.Menurut Project Officer Program ODEL Radjimo,kegiatan utama program ini adalah sosialisasi penggunaan teknologi informasi di delapan pesantren yang menjadi proyek percontohan.
”Saat ini teknologi adalah kunci dunia.Sejak dua tahun yang lalu, ICIP merancang program ini untuk dijadikan terobosan dalam dunia pendidikan di Indonesia,” sebut Radjimo. Peluncuran program ini dikemas dengan acara diskusi dan menghadirkan Duta Pendidikan Nasional Kamidia Radisti sebagai moderator dalam diskusi bertajuk ”Pendidikan Jarak Jauh Paket Keterampilan (Kewirausahaan) di Pesantren: Chanelling dengan Dunia Usaha”.
Miss Indonesia 2007 ini mengakui program ODEL merupakan cara baru yang diusung ICIP untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. ”Program ini hebat karena memberikan motivasi dan inspirasi tersendiri untuk saya,”sebutnya. Kehebatan program ini diakui juga oleh pengurus PP Nurul Jadid Ahmadi Andianto, 27.
Dia melihat antusias santri dan masyarakat di sekitar pondok pesantren sangat besar. ”Awalnya kami mengira internethanya untukhiburan, tapi setelah berjalan 3 bulan ini, kami melihat meningkatnya motivasi para santri untuk belajar,”tutur Ahmadi.
Beberapa pesantren yang telah menerapkan program ini adalah PP Hasyim Asy’ari (Jepara), PP Raudhatul Jannah (Rembang), PP Al Kenaniyah (Jakarta), PP Annizamiyyah (Pandeglang), PP Miftahul Huda Al Musri’ (Cianjur), PP Al Mizan (Majalengka), PP Nurul Jadid (Probolinggo), dan PP Nurul Islam (Jember).
Radjimo menjelaskan, dipilihnya pesantren sebagai pusat pengembangan program ini karena pesantren adalah lembaga potensial yang unik dalam proses transformasi ilmu pengetahuan. ”Selain itu, data UNICEF tahun 2006 menyebutkan,pesantren merupakan pendidikan berbasis masyarakat yang jumlahnya lebih dari 5.000 dan tersebar di seluruh Indonesia,”ucapnya.
Untuk melancarkan program ini,ICIP menjalin kerja sama dengan Microsoft Indonesia dan Indosat sebagai penyedia infrastuktur dan jaringan internet. Program ODEL juga memberi kesempatan bagi anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan melalui kesetaraan paket B dan paket C. Hal ini tidak hanya menunjukkan peran pesantren sebagai pusat belajar.Namun, pesantren juga memiliki fungsi sosial dan edukatif untuk meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat di sekitarnya.
Materi pengajaran yang digunakan dalam program ini berdasarkan kurikulumdiknas yangdapatdiaksesmelaluiwebsite http://www.pesantrenglobal.org/. ”Dalam situs tersebut terdapat papan tulis maya yang memungkinkan siswa untuk berkomunikasi dengan guru melalui chatting,” sebut Radjimo. (wahyu sibarani/MG-18)

Tidak ada komentar: