Selasa, 25 Maret 2008

Tulisan_16 @ Sindo

Jodohku Ada di Negeri Orang
Rabu, 26/03/2008

DUNIA tak selebar daun kelor.Tak perlu lagi pusing mencari jodoh di negara sendiri. Karena sekarang banyak orang yang justru berusaha mencari jodoh di negara lain.
Cinta memang tidak terikat usia, tempat, bahkan suku bangsa. Jika memang sudah tidak ada lagi yang cocok di negara sendiri, apa salahnya mencari di negara lain. Mendapatkan pasangan dari luar negeri saat ini sudah jamak.
Beberapa selebriti di Indonesia malah berhasil menemukan calon pasangannya di negeri orang.Salah satunya penyanyi/aktris Bunga Citra Lestari. Sekarang, Bunga tengah menjalin tali asmara dengan aktor Malaysia,Ashraaf Sinclair. Hubungan ini sendiri diakui oleh ibunda Bunga,Emi Muchlis.
Pada awalnya, Emi mengaku kaget ketika mengetahui sang calon menantu justru datang dari luar negeri.Ia sendiri tidak bisa memaksa anaknya untuk mencari jodoh di negara sendiri.
”Ya mau bagaimana lagi, Bunga sudah kecantol dengan dia (Ashraaf,red),”ungkap Emi tergelak. Risiko memiliki calon menantu berbeda bangsa pun telah disiapkan oleh ibunda pelantun tembang Aku dan Dirimuini.Emi berharap jika nanti keduanya resmi menikah, Ashraaf bisa jadi warga negara Indonesia (WNI).
”Kalaupun tidak begitu, kami akan mengikuti saja hukum dan peraturannya, ya.. cari cara yang baik-baik saja,” ujarnya. Dewi tidak membuang waktu percuma untuk menggapai impiannya dalam mencari jodoh di negeri orang. Ia sempatmelamarberbagaibeasiswa untuk bisa berkuliah di Inggris.
Alasan bersusah payah bersekolah di negara tempat Pangeran Charles tinggal itu sebenarnya simpel, ia kecantol dengan aksen Inggris yang seksi itu. Tapi, apa mau dikata, cintanya bertepuk sebelah tangan. Berkali-kali Dewi mencoba melamar beasiswa itu, berkali-kali pula ia gagal lolos tes saringan. Gagal meraih pria Inggris, Dewi sempat memadu kasih dengan pria asal Amerika yang ditemuinya di Tanah Air.
Dengan pria tersebut, Dewi sempat berpacaran selama satu tahun. Pengalaman serupa dilakoni Eny, 26, yang berupaya mati-matian untuk mencari pasangan pria asing. Kalau gue nikah sama orang bule, anak gue kulitnya bisa putih kayak bapaknya,” ujar jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Sosiologi UI ini. Ia mengaku banyak menghabiskan waktunya berselancar di dunia maya untuk chattingdengan pria bule.
Jika sudah memegang keyboard dan menatap layar monitor,ia bisa ngobrol berjam-jam. Selain itu, Eny juga aktif mencari beasiswa ke negaranegara Eropa seperti Belanda atau Inggris, melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang sama,komunikasi. ”Harapannya bisa kuliah sembari cari jodoh, kalau orang Eropa kan badannya tinggi-tinggi dan ganteng, mata mereka juga bermacam- macam ada hijau atau biru.Oke banget”kata Eny.
Meski beasiswa belum direngkuh, ia pernah mendapat tawaran untuk bekerja di restoran cepat saji di Kanada. Namun, rencana tinggal rencana, begitu ia ingin menindaklanjuti tawaran tersebut, ternyata dirinya bertemu seorang pria lokal yang untungnya memiliki kulit putih seperti keinginan Eny. (sri noviarni/MG-18)


Terjadi karena Kebutuhan dan Kepribadian

JODOH adalah rahasia Tuhan. Siapa pun tidak ada yang bisa mengungkap misteri ini. Berbagai kriteria yang dimiliki oleh seseorang adalah bagian usaha untuk mencari jodohnya.
Kalaupun ada yang mengidamkan pasangan dari luar negeri, niscaya menjadi upaya seseorang untuk melengkapi kebutuhannya. Hal ini diungkapkan psikolog Dra Rose Mini, M Psi. Ia menilai, seseorang akan mencari jodoh yang sesuai dengan kebutuhannya.
”Misalnya saja dia merasa butuh dengan pasangan yang memiliki toleransi yang lebih tinggi. Nah, pastinya dia akan memilih pasangan yang seperti itu,” ungkap wanita yang biasa disapa Romi ini. Seperti halnya memilih pasangan yang berbeda negara, Romi mengungkapkan kecenderungan orang Indonesia memilih orang ”bule” sebagai pendampingnya dikarenakan faktor kepribadian.
”Walaupun berbeda bangsa kalau kepribadian, mereka sama-sama cocok, kenapa tidak,” ungkap psikolog yang mengajar di Universitas Indonesia ini. Masalah kemapanan, kata Romi, mungkin menjadi faktor lain bagi seseorang yang menginginkan orang asing sebagai jodohnya.
”Banyak wanita memandang bule memiliki income lebih besar. Karenanya, mereka tergiur untuk memperbaiki masalah finansial mereka,” jelas Romi. Faktor lain yang memicu seseorang mencari jodoh orang luar negeri, lanjut Romi, adalah kecenderungan pria bule yang memberikan kebebasan bagi pasangannya untuk tetap berkarier.
”Para wanita akan merasa lebih didukung untuk tetap bekerja sehingga terkesan bisa mandiri,” tambahnya. Selain itu, keuntungan lain yang akan didapat adalah mereka memiliki kesempatan untuk bisa berkunjung ke negeri pasangannya. Kendati akan ada perbedaan budaya yang dapat memberikan masalah yang cukup berarti.
Mengingat budaya sebuah negara tidak mudah dipelajari jika tidak berkunjung langsung ke negara tersebut. ”Selain perbedaan bahasa, mereka akan beradaptasi lebih banyak mengenai budaya negara pasangannya,” ungkap Romi. (wahyu/MG-18)

Tidak ada komentar: