Senin, 24 Maret 2008

Tulisan_15 @ Sindo

Berburu Manajer & CEO
Selasa, 25/03/2008

BISNIS pencari kerja tak terbatas pada calon karyawan atau pegawai rendahan semata.Tapi juga orangorang dengan jabatan penting di perusahaan besar. Bagi sebuah perusahaan, mencari karyawan bukanlah pekerjaan gampang. Maklum, meski jumlah pencari kerja sangat banyak, tidak semua tenaga yang tersedia itu cocok untuk mereka.
Mencari karyawan yang bagus dan cocok sama repotnya dengan memilih pasangan hidup. Kalau pilihan tepat, hubungan pun bakal langgeng abadi. Namun, kalau sampai salah pilih, ujung-ujungnya,terpaksa cari lagi. Nah, kalau untuk berburu karyawan di level bawah saja sudah sedemikian repot.Apalagi kalau berburu pekerja yang sudah di level manajer ke atas.Pastinya lebih memusingkan.
Oleh karena itu,para pemilik perusahaan biasanya menggunakan jasa head hunteruntuk mencarikan manajer, direktur,sampai presiden direktur. Siapa sangka,banyak sekali perusahaan yang membutuhkan jasa head hunter.Posisi seperti finance manager, engineering manager,sales manager,dan marketing manager menjadi incaran para head hunter untuk membantu perusahaan yang menjadi kliennya.
Menurut pemilik Orly Consulting, Windy Poerwono,cara kerja head hunter berburu manajer memang cukup unik. Untuk diketahui, beberapa klien yang pernah bekerja sama dengan Orly adalah Phillip Morris International, Microsoft, Dell, dan Trimegah Securities.
”Kami melakukan pendekatan dengan perusahaan yang akan menjadi klien kami. Satu per satu kami hubungi via telepon untuk memahami industri mereka. Maka dari itu, kami memiliki divisi research yang kuat,”papar Windy.
Namun,Windy menilai banyak perusahaan yang memanfaatkan jasanya sebagai pilihan terakhir dalam melakukanprosesperekrutan. Sebab,jasa ini ibarat jalan pintas untuk mencari seseorang yang memenuhi kualifikasi dengan kepribadian yang tepat.
”Kami membagi tugas dengan klien kami untuk mencari seseorang yang berkompeten di bidangnya.Kami melakukan wawancara dengan para kandidat mengenai data diri mereka,”sebut wanita kelahiran 15 April 1978 ini.
Windy yang mengaku baru menjalani bisnis head hunter sejak 2005 mengatakan bahwa pertumbuhan bisnis ini mencapai 200%.Pasalnya, saat ini tidak sedikit perusahaan head hunteryang berkembang dan membesar. Meski, dia sendiri tidak melihatnya sebagai persaingan bisnis.
”Hubungan antarperusahaan head hunter sangat baik. Siapa cepat yang menawar ke perusahaan, dia yang mendapat bayaran,”katanya. Sama halnya dengan perusahaan head hunterWhite House yang juga baru menginjak usia tiga tahun. Menurut Managing Director White House Bahari Antono, bisnis search executive ini berpeluang memiliki prospek yang cerah ke depannya.
Terlebih lagi permintaan perusahaan- perusahaan besar, yang biasa disebut user,akan pencarian kandidat eksekutif setingkat manajer dan chief executive officer (CEO) dari waktu ke waktu semakin meningkat tajam. Sedianya tugas utama head hunter adalah sebagai agen jasa tenaga kerja yang mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi yang tepat.
Tugas ini tidak bisa diakomodasi dengan baik oleh tenaga personalia di suatu perusahaan, mengingat divisi ini memiliki tugas rutin yang harus dikerjakan setiap harinya. ”Selain itu melakukan perekrutan untuk menduduki level atas bukan hal yang mudah, perlu waktu, pe ngalaman dan biaya yang tidak sedikit. Harus benar- benar teliti dan cenderung riskan, makanya jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung,” tandas Bahari.
Bahari menilai, menyewa jasa search executive akan jauh lebih efektif dan efisien bagi perusahaan. Perusahaan pun tidak perlu dipusingkan dengan proses perekrutan level manajerial tersebut. Mereka cukup memberikan kualifikasi yang diminta dengan jelas, selebihnya search executive tinggal menjalankan proses head hunting. Headhunter juga dapat meladeni keinginan user yang menginginkan calon kandidat yang sedang bekerja di luar negeri.
Memenuhi permintaan khusus ini, para head hunter akan menggunakan jasa relasi yang berdomisili di negara itu, dari referensi yang didapatkan. Setiap pekerjaan pasti memiliki tantangan tersendiri, demikian pula dengan bisnis ini.
Kesulitan yang dialami pada umumnya adalah ketika perusahaan terlalu menerapkan banyak standar pada calon kandidat yang dicari,sementara mereka menyediakan waktu sangat terbatas. ”Banyak permintaan seperti ini yang kami tolak, ” ujar Bahari.

Bisnis Nama Baik

PROSES mencari manajer tidak semudah yang dibayangkan. Selain memenuhi berbagai persyaratan rumit, para manajer itu dituntut mampu meningkatkan kualitas yang mereka punyai.
Bagaimana cara head hunter mencari orang-orang yang sesuai? Menurut Bahari Antono, pemilihan kandidat sepenuhnya diserahkan kepada para head hunter. Selain mencari sendiri, mereka juga beriklan di media massa.
Setelah ditemukan, barulah serangkaian tes dijalankan. User atau klien baru akan ambil alih dalam wawancara final. Untuk urusan satu ini, lazimnya akan diperhatikan chemistry yang dimiliki kandidat, apakah sudah sesuai dengan keinginan user atau sebaliknya. Jika chemistry sudah ditemukan, apakah lantas manajer tersebut sudah memenuhi persyaratan kualitas yang diminta oleh perusahaan?
Menurut Windy Poernomo, memiliki kualitas adalah satu hal, mempertahankannya adalah hal lainnya. Keduanya samasama penting. Setiap kali memilih nama calon manajer, Windy harus memastikan bahwa kandidat yang terpilih adalah figur yang benar-benar berkualitas.
Karena itu, Windy menyebut head hunter sebagai bisnis nama baik. Bahkan perusahaan tempatnya bekerja, Orly Consulting, memberikan garansi kepada kliennya.
”Bagi saya ini bisnis yang mengandalkan working dan knowledge, jika klien menilai kinerja manajer yang kami berikan tidak bagus, maka kami berkewajiban untuk menggantinya. Kalau tidak begitu, klien tidak akan percaya lagi dengan jasa kami,” tambah Windy.
Semakin ketatnya persaingan antara head hunter memaksa masing-masing perusahaan untuk mencari kandidat potensial yang memiliki banyak kelebihan. Hal itu diakui juga oleh Bahari. Saat ini hampir semua level manajerial dicari oleh user. Mulai manajer HRD hingga produksi. Sebab, user umumnya tidak hanya meminta memenuhi persyaratan akademik saja.
”Mereka ingin manajer produksi, misalnya, yang juga mengerti bisnis atau faktor eksternal perusahaan,” kata Bahari. Lantas seperti apa keuntungan yang diraup oleh head hunter? Sepertihalnya perusahaan outsourcing, mereka akan mendapatkan fee yang dipotong dari penghasilan kandidat di perusahaan itu dalam kurun waktu satu tahun.
Masing-masing search executive memiliki standar sendiri. Yakni sekitar 10%-30% dari gaji yang didapat oleh kandidat yang mereka calonkan. Semakin besar gaji yang ditawarkan kepada kandidat, head hunter pun akan mendulang penghasilan yang semakin tinggi. (sri noviarni/MG-18)

Tidak ada komentar: