Minggu, 23 Maret 2008

Tulisan_14 @ Sindo

Nonton Bioskop bak Raja
Senin, 24/03/2008


EKSKLUSIF: Suasana Velvet Auditorium Blitz Megaplex menonjolkan kesan ekslusif. Selain terbatasnya jumlah penonton, juga tersedia fasilitas mewah yang sangat memanjakan.
NONTON bioskop tak hanya terbatas menikmati tontonan di layar lebar.Lebih dari itu,privasi dan eksklusivitas sangat penting ketika menonton bioskop.
Wakil Presiden Jusuf Kalla meluangkan waktu menonton film Ayat-Ayat Cinta,Sabtu (22/3) malam lalu.Ketika itu, suasana bioskop jauh berbeda dibandingkan bioskop biasanya. Kursi yang diduduki Jusuf Kalla ini jauh lebih nyaman.Rombongan Wakil Presiden bias duduknya Mandan menonton film sambil menikmati soft drink. Menonton bioskop seperti ini bukan hanya milik Wakil Presiden saja.
Semua orang lainnya, yang rela membayar lebih, justru bisa menonton bioskop layaknya Wakil Presiden. Bahkan, kalau uang masih banyak, bisa seperti raja. Menonton bioskop memang tidak hanya terbatas pada menikmati tontonan di layar lebar.Lebih dari itu, sekarang banyak orang merasa privasi dan eksklusivitas sangat penting ketika menonton film layar lebar. Merespons kebutuhan itu, beberapa pengelola bioskop mulai berlomba- lomba memenuhi keinginan tersebut.
Hasilnya, sekarang banyak bioskop yang mengeksklusifkan diri. Caranya dengan mulai menyediakan fasilitas lux, hingga jumlah penonton yang sangat terbatas. Beberapa bioskop ini adalah Premiere, Velvet Auditorium Blitz Megaplex, hingga yang sudah lama ada MPX Grande.Fasilitas di bioskop ini memang berbeda dengan bioskop biasanya. Contohnya,di studio ini disediakan kursi berbahan kulit layaknya kelas bisnis dalam sebuah pesawat.Penonton dengan bebas dapat mengatur sandaran kursi dan pijakan kaki.Bahkan, bisa sampai pada posisi tidur.
Tidak hanya itu, studio ini juga menyediakan selimut bagi penonton. “Studio ini cocok bagi orang yang menginginkan kenyamanan yang lebih personal,” sebut Public Relation 21 Cineplex Noorca M Masardi. Binaragawan Ade Rai menyebut bioskop Premiere bagaikan berada di rumah sendiri. Sejak munculnya bioskop Premiere, pemilik klub Ade Rai ini lebih memilih untuk menikmati film terbaru di bioskop ini. Kenyamanan duduk dan bias mengatur sandaran kursi merupakan alasan Ade memfavoritkan bioskop model ini.
“Karena ruangan lebih kecil, mau duduk di belakang,depan,atau pojok sekalipun enggak masalah karena masih bisa melihat dengan jelas,”ujar Ade. Senada dengan Ade, model sekaligus presenter terkenal Aline Tumbuan,mengaku bisa mendapatkan kelebihan tersendiri sewaktu menonton di studio Premiere yang tidak akan didapatkannya di studio lain. Menurut dia,pelayanan yang diberikan benar-benar kelas satu dan sangat berorientasi pada kepuasan pelanggan.
”Saya biasa datang ke Premiere dua kali dalam satu bulan. Rata-rata biasanya setiap malam Minggu.Asal tidak sibuk aja,”katanya. Sementara itu,Ketua Fraksi Partai Golkar DPR Priyo Budi Santoso mengaku di waktu luang memanfaatkannya untuk mengajak menonton keluarga di bioskop.
Pria yang gemar menikmati panorama alam di daerah Puncak ini biasa menonton di bioskop 21 Cineplex. ”Tapi kalau lagi ingin menonton dengan nyaman dan lebih privasi, saya mengajak keluarga nonton di studio Premiere,”ucap pria penyuka film bertema detektif ini.

Harga Mahal Rasa Nyaman

SEBELUM mengenal studio Premiere, Ade Rai punya cerita sedih setiap menonton film di bioskop umum. Dia mengaku selalu tidak berdaya ketika mendapat tempat di pojok kanan atau kiri studio atau bahkan di deretan paling depan. Dia pun mengeluh tidak dapat berkonsentrasi dengan baik pada film yang ditontonnya lantaran banyak penonton lain yang berbicara dengan suara keras. Namun, untuk mendapatkan kenyamanan dan kemewahan itu semua, tentu ada harga setimpal yang harus dibayar.
Namun, tampaknya Ade tidak mempermasalahkan uang Rp100.000 yang harus dikeluarkan untuk sekali menonton di studio Premiere. “Cuma membayar 40% lebih mahal tidak masalah, selama saya bisa menonton bisa lebih tenang dan mendapatkan fasilitas itu,” kata Ade. Aline juga mengaku tidak pusing memikirkan biaya yang mahal setiap menonton. Baginya, rasa nyaman itu sangat penting apalagi jika untuk urusan menonton film.
Saking merasa amat nyaman dengan kursi yang diduduki dan sambil berselimut,pernah dirinya tertidur di studio sewaktu dia memilih menonton pada midnight. “Habis sudah kaya di kamar sendiri, sejak saat itu saya kapok enggak mau nonton midnight lagi, takut ketiduran,” kenang Aline tergelak. Perasaan menonton layaknya berada di kamar sendiri juga dialami aktris Lola Amaria.
Bagi sutradara film Betina ini, kegiatan menonton harus dibuat senyaman mungkin sehingga film yang ditonton bisa dirasakan lebih berkesan. Dia pun memilih menonton di MPX Grande yang menurutnya lebih eksklusif karena hanya menyediakan 10 kursi dalam satu studio. “Saya jadi merasa bebas melakukan apa saja, penontonnya juga terbatas,” kata wanita yang namanya melejit lewat film Ca Bau Kan ini.
Para penggemar kenyaman ini memang tidak akan pernah kehabisan tempat. Saat ini bukan hanya Cinema XXI saja yang menyediakan studio Premiere. Blitz Megaplex yang berada di Grand Indonesia dan Pacific Place, Sudirman, juga melengkapi bioskopnya dengan fasilitas ini. Bioskop berlabel Velvet Auditorium akan memanjakan para penikmat film dengan fasilitas serbanyaman. Bioskop eksklusif itu berkapasitas 34 orang dengan jumlah sofa bed17 buah.
“Satu tempat tidur untuk dua orang. Penonton akan merasa lebih privat dan nyaman dengan kaca sebagai pembatasnya,” ujar Manajer Marketing Blitz Megaplex Dian Sunardi. Selain itu, ruangan ini dilengkapi dengan service buttonyang fungsinya untuk memanggil staf khusus untuk membantu penonton tanpa merasa kehilangan alur cerita dalam film. “Bioskop seperti ini baru pertama kalinya ada di Indonesia, tidak hanya bioskopnya yang unik, kami juga menyediakan ruang tunggu yang khusus dan tidak bercampur dengan penonton bioskop reguler,” papar wanita kelahiran 6 Juli, 32 tahun silam. (sri noviarni/MG-18)

Tidak ada komentar: